Senin, 10 Desember 2012

18-05-11

 Ketika angan terdahulu kembali bercerita, aku semakin tidak kuasa untuk menahan apa yang kurasa
 Seakan cerita itu bagaikan pisau tajam, yang siap menghunus setiap bagian tubuhku...
 Sehingga aku hanya ingin ada senja mendatangi ku kemudian memberikan segala daya untuk melawan setiap cerita yang ditorehkan dalam lembar hariku.
 Semakin ku ingkari semakin semuanya menjadi jelas dan dekat....
 Akankah aku bisa menerima bahwa semua ini menggerogoti hidupku secara perlahan tapi pasti?sehingga aku ambruk tak ada sisa  kekuatan  yang kubanggakan.
 Kembali sedang menorehkan untuk perubahan cerita esok hari.
(PUTRI SHAHID)

Permasalahan buat wanita seperti gw

         Tetiba ingin menulis topik ini di blog karena gw kemaren-kemaren abis menghadiri pernikahan teman terbaik (baca: patner gelo'). Ada dorongan ingin segera menyusul teman gw ituu dan ada rasa mengharu biru ketika sudah menandatangani surat nikah. Akhirnya teman gw jadi Nyonya......kemudian gw histeris sendiri. Akibat dari itu pun ibunda tercinta selalu aja ngebahas pernikaan si A, si B dan anak temannya yang udah hamil, melahirkanlah telinga gw jadi mendenguuuuuung aja ngedenger celotehan yang sekaligus pancing memancing.
        Memang setelah lulus kuliah, akan datang kembali pertanyaan baru datang dari semua orang. Pertanyaan yang sudah sangat terkenal buat wanita seusia gw, tidak lain adalah 'Kapan Menikah??'. Hari ini sudah berapa kali ibunda membahas hal-hal yang menjurus kesana dan kakak pun ikutan meledek mengenai hal ini. Sejujurnya kalau di balik hati yang terdalam saya ingin segera menikah, siapa siih wanita di dunia ini yang tidak ingin menikah, TETAPI banyak hal yang membatasi pergerakan kearah sana, yaaah yang paling pertama calonnya kagaaak ada maaaak!! bwhahahaha hidup gw terlalu banyak nyantainya termasuk hal ini, kata temen;'gw susah move on' lebih tepatnya sihh gw yang belum mau move on dalam hal mencari pasangan (teteeep defense nya jalan :p).
         Faktor selanjutnya adalah kesiapan mental, kayaknya masih banyak yang harus dibenahi dalam diri gw buat mengarungi batera rumah tangga dan kemudian faktor yang menjadi pedukung untuk siap menikah adalah mampu menjadi ibu dan istri yang baik dalam berbagai aspek perumahtanggan. Kalau menilik-nilik nih yaahh gw udah pengen banget punya anak yang imut dan unyu-unyu, tapi kalau dipikir-pikir emang udah sanggup ngurusin tu bayi ampe nggak bisa tidur semaleman sedangkan emaknya adalah putri tidur sepanjang dunia pertiduran. Akan banyak hal lainnya yang menyusul yang diurus dengan baik dalam rumah tangga, karena rumah tangga tidak hanya "Indah" yang dibayangkan tapi "Sulit" pun harus dicari jalan keluarnya. 
          Bisa dibilang sangat suka dengan kata-kata yang di katakan oleh Dedy Corbuzier di Hitam Putih : Cinta membutakan segalanya tetapi pernikahan membuka mata memang benar adanya seperti itu dan kebanyakan orang-orang jaman sekarang tidak menyadari arti dari kata-kata itu jadilah terlalu banyak anak muda yang terlalu cepat menikah dan kemudian bercerai di usia yang sangat muda. Bukan berarti semua orang yang menika di usia muda akan cepat pula bercerai, beberapa orang hanya menganggap bahwa pernikahan itu mudah dijalani dan hanya "Indah" ketika berada pada posisi yang "Sulit" sudah tidak sanggup lagi untuk mempertahankan biduk rumah tangganya. Pernikahan itu butuh orang yang kuat untuk mempertahankan dan berkorban demi cinta yang dibangun sejak awal hingga berkembang menjadi kasih sayang yang begitu dalam untuk orang-orang terkasih (Istri, Suami, Anak, Orangtua dan Mertua).
           Begitulah pandangan gw mengenai permasalahan yang sedang dicari solusinya :D, walaupun melantur kemana-mana tapi hanya ingin berbagi bahwa ketika memutuskan untuk berumah tangga marilah hadapi semua yang akan terjadi dalam rumah tangga kalian nantinya atau sekarang dengan tangguh dan kuat. Mungkin sebagian orang berpendapat, tau apa gw tentang pernikahan move on aja belum.bwhehehe yah hanya melihat kondisi lapangan saja dan kemudian di kolaborisakan dengan pendapat dan prinsip saya. Jadi inget kata roomate gw "Teori jago tapi Praktek masih dipertanyakan". Semoga saja dengan tulisan ini, prakteknya segera dilakukan biar tidak diragukan lagi (ngarep.com) dengan kata lain diberikan jalan untuk segera move on. amiinnn(bener-bener ngarep)..^^

Sabtu, 08 Desember 2012

Rumahku

Jika mengatakan rumah akan banyak yang terlintas di benak saya. Entah itu orang-orangnya (Orangtua, Kakak, Keponakan dan Teman-teman terbaik) semuanya adalah paket komplit ibarat sayur dan garam. Tidak mudah menjaga sebuah komunikasi dalam rumah tapi yakinlah pasti selalu ada yang mampu membuat komunikasi itu menjadi sebuah kebahagian tersendiri dalam hidup. Baru 3 minggu kurang saya berada dirumah setelah sekian lama saya merantau di tanah parahyangan, sudah berapa kali pertengkaran terjadi tapi itulah sebuah tanda bahwa keluarga saya masih bisa berkomunikasi. Bumbu dalam keluarga saya memang seperti itu dan sudah khasnya dengan ledekan. Walaupun saya masih merindukan yang sudah tidak mungkin terjadi, yaitu saya menjadi anak SD lagi, Kakak-kakak yang mengelilingi saya dan siap siaga melindungi. Kenyataan saat ini sayalah yang dikelilingi oleh keponakan yang berjumlah 10 orang. Sudah saatnya sayalah yang melindungi keponakanan-keponakan layaknya orangtua nya terdahulu memperlakukan ketika ku kecil. Beban sudah tidak kecil lagi, masih banyak yang harus saya berikan untuk rumahku terutama orangtua (Bapang dan Ibuk).Berproses  memang yang sedang saya jalani ini, semoga dengan segera saya bisa mencapai keberhasilan yang sangat bermanfaat untuk rumahku.

Real of Life

Setelah 5 tahun merantau di tanah parahyangan, akhirnya saya benar-benar kembali ke tanah kelahiran saya (SUMSEL). Lebih kurang 1 bulan saya berada dirumah, mulai satu persatu terlihat dunia yang selama ini tidak dilihat. Entahlah sudah terlalu lama saya tertidur dari kehidupan yang senyata-nyatanya. Banyak yang membuat saya terluka tapi memang begitulah keadaannya, di dunia ini akan selalu ada yang mencampakkan dan dicampakkan, menendang atau ditendang, mencintai dan dicintai, memanfaatkan dan dimanfaatkan bahkan banyak lagi hal-hal yang tidak habis pikir bisa dilakukan. 
Terkadang membuat saya ciut nyali untuk bertempur tapi saya berbikir keras, inilah kehidupan yang sesungguhny dan sudah menjadi waktunya untuk menaklukan atau saya ditaklukan dengan mudahnya oleh dunia ini. Sesungguhnya mencari dan dicari yang akan menjadi babak awal buat saya untuk memulai kehidupan, walaupun yang saya cari pun belum tahu pasti. Bahkan orang terdekat saya pun banyak yang tidak mengerti apa yang ada sebenarnya di dunia ini. Banyak yang diabaikan hanya mengingat dan memuaskan nafsu yang tidak ada ujungnya. Hanya ingin tetap sadar bahwa dunia kalau dikejar tidak akan habisnya, saya mengharapkan tidak melupakan kalimat itu sampai akhir hayat. Setidaknya saya bisa bahagia dan tersenyum ditengah hiruk pikuk kehidupan

Senin, 03 Desember 2012

Rindu untuk kalian 'Teman'

            Bercerita tentang PARE itu tidak ada habisnya menurut saya.Sama halnya saya harus bercerita tentang Bandung dan seisinya (keyups, jalan-jalan, kuliner, kekonyolan dan kegilaan). Tetiba saja saya begitu bersemangat untuk menceritakan kerinduan tentang Pare, padahal kalau benar-benar dihitung baru 22 hari yang lalu meninggalkan kota kecil yang lebih panas dari kota kelahiran saya. Entah ada semangat yang mengenang dalam memori ciptaan-Nya, bersyukur karena saya begitu menikmati berada disana. Walaupun tak selalu menyenangkan, tapi mungkin itulah indahnya. Begitu bebas berekspresi, belajar yang tak kenal dengan kata malu dan berbagi satu sama lain. Setiap jengkal di kota itu pasti bercerita dengan lincahnya bagi saya, berkenalan dengan banyak orang baru yang berbeda suku, bahasa dan karakter merupakan tantangan yang begitu membuat saya belajar banyak dan terus menerus. Berkomunikasi dengan cepat dan akrab, menyesuaikan dengan karakter masing-masing dan bertanggung jawab atas pilihan yang kita pilih. Begitu banyak rindu yang telah dibuat oleh kota Pare dan seisinya.


Potret Idul Adha di Masjid Agung Pare "Logico Camp"
(Miss Syahrini, Mbak Pipit, Piyaye, Teh Ira, Siska, Miss Yuyun, Miss Pipi, Miss Novi)










Diambang Realitas dan Rasa

menerjemahkan lebih dalam lagi pun saya enggan
karna akan terlihat kesemuan didalamnya
hanya menurut nafsu takkan membawa kedalam damai
yang ada selalu berperang dalam bathin

mengakui, bahwa saya sudah terseret akan permainan kata-kata pun itu sulit
sesulit menelan duri, terasa sakit dimana-mana.

apakah saya menikmati semuanya, seperti diantara keduanya.
tidak ada yang asyik jika kita menginjakan diambang realitas dan rasa
bak berdiri diantara dua perahu
membuat aku semakin menyiksan diri dan tiada menyehatkan

beginilah manusia yang belum pulang ke jalan-Nya
menapik yang seharusnya untuknya bukan keharusan tiada henti

indahnya jika saya mulai memhami keindahan seseungguhnya
membayangkan saja indah

semoga segera kembali melangkah ke dunia-Mu