Jumat, 26 Oktober 2012

singgahku di kota kecil 'Pare'

Rencana untuk menyambangi kota Pare sudah terpintas sebelum gw lulus kuliah, karena gw rasa akan banyak yang didapatkan di kota itu. Setelah mendengar cerita dari teman-teman yang sudah pernah ke 'pare', membuat semakin bersemangat untuk mendatangi kota itu. Singkat cerita, finnaly gw bersama Partner dalam petualangan menjelajahi hal yang baru (Baca: sahabat yg rempong bernama Pia Amanda Nurhusni :p) berhasil mendapatkan izin dari keluarga dan tidak lupa dukungan materi.bwhahahaha...

Berbekal dari petuah teman baik kita, kita sudah sangat bulat untuk dengan segera menyambangi kota kecil pare. teman kita yang memberikan petuah, janjinya mau mengantarkan sekaligus bernostalgia disana, tapi sayang beribu sayang ada rencana yang lebih indah menunggu ternyata kita lebih dipercaya oleh-Nya untuk pergi berdua saja karena teman kita ini tidak bisa menemani "tiba-tiba ada urusan mendadak". 

Kecekatan dalam berpergian adalah kemampuan yang baik dimiliki oleh Patner gw yang satu ini, semua di urus dengan sempurna, dari hal booking tempat les disana, camp dan yang terakhir tiket menuju kesana
      bukti nyata tiket kereta api Malabar Tasik-Kediri 
           keberangkatan 18.30 tiba di kediri 03.39

karena patner gw ini banyak urusan dan gw juga banyak urusan, akhirnya kita memutuskan pergi dari tasik bukan dari bandung (padahal mah sieun mun ti bandung..bwhahaha). gw nyampe ditasik jam 4an lebih dijamu dulu sama tuan rumah ngebakso gitu dehh. Setelah kenyang, istirahat sholat dirumah neng Pia dan kemudian cuss lagi pemirsaahhhh. Kita berdua sama-sama deg-degan karena pertama kali pergi berdua kedaerah timur dengan segala ke-Sotoyan dan ke-Pedean kita.
 
Karakteristik sahabat gw ini memang 'Hebring'.bwahahhaha semua orang dia bisa ajak ngbrol dan berdiskusi. tiba dikursi kita ditolong sama ibu-ibu yang keliatannya gaul gitu,,akhirnya sahabat gw terlibat tentang percakapan yang panjang. gw diem ajah disebelahnya karena kebetulan banget posisi sahabat gw yang duduk bersebelahan sama ibu-ibu 'gaul itu. setelah sekian lama dari percakapan terdapat gejala ataupun indikasi kalau ternyata ibu disebelah kita ini adalah pebisnis dari MLM yang bergerak di suatu bidang kesehatan :p dengan berbagai trik komunikasi yang beliau lancarkan tapi kita hanya menanggapi dengan senyuman dan mendengarkan seksama. Pola komunikasi yang sudah lumayan bisa ditebak arahnya kemana :D, ketika sudah sama lelah akhirnya semua sibuk dengan pikiran untuk beristrahat.

Walaupun penuh dengan kecemasan tapi wajah harus dikontrol untuk tetap tenang. Bangun-tidur, bangun-tidur karen takut  kebablasan sampe ke malang, karena kita sama-sama punya kesenangan yaitu senang TIDUR. Berkomunikasi itu sangat penting, seperti yang dilakukan oleh sahabat gw ini dia selalu menjalin komunikasi yang baik sehingga kita pun mendapatkan kemudahan yang luar biasa dalam perjalanan ini. Banyak orang baik di dunia ini ketika memang memberikan komunikasi yang tulus dan dari hati. Gw belajar banyak dari semua yang sahabat gw lakukan.

Kita pun sampai di Kediri dengan tepat (03.39) bahagia dan selamat, tidak terkurang apapun. Namun kebahagian pun tiba-tiba dihinggapi kecemasan karena ketika turun, stasiun itu cukup sepi hanya ada beberapa yang lalu lalang dan beberapa yang turun atau menunggu. Akhirnya, memutuskan untuk ke Mushola sambil menanti shubuh, ternyata mushola masih dikunci. Kita pun sudah keluar dari stasiun menanyakan mushola yang bisa dijangkau ke bapak-bapak yang punya warung dekat stasiun, karena masih pagi kami ragu menuju tempat yang diberitahukan oleh bapak tadi. Kita memutuskan kembali ke dalam stasiun dan duduk dikursi tunggu.

Setelah beberapa waktu, patner gw ini kembali melancarkan aksinya yang membuatku sedikit terkejut. Karena hasil dari dia bertanya-tanya ini itu, kita diberikan tumpangan sampai tempat Bus Puspa Indah (Kediri-Malang) lewat. Menurut info dari teman baik kita yang gagal menemani kita, Bus Puspa Indah mengantarkan ke tempat tujuan kita "Pare" setelah turun dari bus kita harus mencari bentor menuju Jln. Brawijaya. Pertolongan Allah selalu ada dimana-mana, seperti  satu keluarga yang baik hati mau mengantarkan kami ketempat menunggu bis dan dari sana dan kita bertemu dengan teman perjalanan lagi yang akan les di 'Marvelous'.

Namanya juga kehidupan kalau tidak ada suatu kekonyolan atau sejenisnya sepertinya kurang lengkap. hahahaha kebahagian karena sudah dipermudah jalan-Nya ternyata di sertai juga oleh episode yang cukup membuat kita tersenyum ataupun terbahak-bahak mengingatnya.
* berhubung mata dan otak sudah mulai tidak bisa berkerjasama dengan baik, so ceritanya dilanjut lagi kalau   waktu nya mengizinkan :D 
To be Continue